Monday, January 14, 2013

Puisi Kolaborasi


Puisi Kolaborasi Oleh : Tazkira, Nyzriel El Habibi dan Prie Panggie

Berjudul : ISI HATI RAKYAT, Maaf sang Koruptor dan Koruptor yang galak



                                                                        ---- instrument lagu bongkar : Iwan Fals

Dulu negeri ini makmur
Dulu negeri ini sejahtera
Entah kenapa, negeri ini perlahan runtuh
Runtuh oleh tikus yang menggerogoti tubuh

Kalian yang terus lapar akan uang
Kalian yang terus haus akan kekuasaan
Dimana letak hati nurani kalian
Melihat rakyat yang kian lama kian sengsara

Jangan kalian kira dengan uang harammu kau dapat membeli semuanya
Jangan kalian kira dengan uang harammu kau dapat membeli surga

                                                                                                ------- s e l a - instrument ----          

Negara ini bebas bung! Negara demokrasi!
Demokrasi katamu, itu hanya teori bung
Emang sih dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
memang kami di pilih oleh rakyat
maka ini lah saat nya rakyat membantu kami
Kami perjuangkan aspirasi rakyat, maka salah kah,
kami mengambil upah dari perjuangan itu ?
Duduk manis sambil merokok, rapat, rapat dan rapat
itu lah yang engkau lakukan untuk rakyat
benar, maka tiada salah nya kami berlibur sejenak ke pulai Bali atau
bahkan ke Dominika, juga ke Cartagena
menghamburkan uang rakyat yang trilyunan

Ingat bung! di dunia kau boleh jadi konglomerat
Tapi diakhirat kau bisa sekarat !

                                                                                                -------- sela ----- instrumen ---

Hehehe seorang pengamen di atas patas tujuh belas
dengan suara serak tapi terdengar antusias
syairnya tersusun begitu lugas
ia berdendang di antara udara pengab dan panas :

Hai engkau sang koruptor . . . . .
Kalo melihat duit sangat galak
hati-hati sebab engkau bisa mati mendadak
dan akan dipikul di atas pundak
kemudian dimasukkan ke liang lahat berbentuk kotak
ditimbun tanah tanpa kuasa menolak
tragisnya tukang pacul pun menginjak-injak
seolah tiada harga karena pupusnya congkak

Hai sang koruptor . . . .
sadar dan kembalilah ke jalan yang benar
sebab Tuhan begitu manis dan lembut
menunggu kedatanganmu . . . . Amin.


--** --



Prie Panggie, Lewa, Jakarta, 18 Juli 2010

No comments:

Post a Comment